Trending Topik

MEMBERITAKAN SITUASI DAN KONDISI TENTANG SELUK BELUK KEJADIAN DI DUNIA DAN DI INDONESIA KHUSUSNYA HOME I INTERNATIONAL I INDONESIA I BALI I KUTSEL I KUTUH BALI I WISATA KULINER I TORPEDO MEMBERITAKAN SITUASI DAN KONDISI TENTANG SELUK BELUK KEJADIAN DI DUNIA DAN DI INDONESIA KHUSUSNYA HOME I INTERNATIONAL I INDONESIA I BALI I KUTSEL I KUTUH BALI I WISATA KULINER I TORPEDO
2NoPost...Menyajikan artikel-artikel yang terkini dan TERPOPULER... tentang berita-berita yang ada di mancanegara pada umumnya dan di Indonesia khususnya, yang sangat menarik untuk anda baca...........!!!
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Olahan Rumput Laut Pantai Pandawa

OLAHAN RUMPUT LAUT PANTAI PANDAWA

Ingin mencicipi olahan rumput laut seperti; bakso, syrup, rujak, juice dan berbagai produk lainnya sebagai oleh oleh silahkan kunjungi stan pesona bahari pantai pandawa desa kutuh.



MAU BELAJAR TEKNIK BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT SILAHKAN HUBUNGI STAN PESONA BAHARI:
081 236 530 207










Sikat Gigi Efektif dengan Bakteri dari Rumput Laut

Pak Konti, Petani rumput laut di desa kutuh
Pandwa Beach, Menyikat gigi dengan pasta gigi memang sudah lazim dan terbukti efektif.
Sayangnya, walaupun efektif, masih banyak wilayah di antara gigi yang tidak dapat dijangkau dengan hanya menyikat gigi.
Area di antara gigi ini merupakan tempat bakteri di dalam plak dapat menggerus enamel dan menyebabkan gigi berlubang.
Menurut para ilmuwan, bakteri Bacillus licheniformis yang ditemukan di dalam rumput laut dapat menjadi senjata yang ampuh untuk melawan kerusakan gigi.
Awalnya, para ilmuwan ini sedang melakukan penelitian untuk membersihkan lambung kapal, tetapi ternyata ada lebih banyak lagi penggunaan bakteri ini yang langsung berhubungan dengan kesehatan manusia.
Bakteri yang mampu membuat lambung kapal tetap bersih ternyata memiliki potensi yang lebih besar. Ilmuwan dari Newcastle University mengatakan, enzim tersebut dapat menembus plak pada gigi dan membersihkan area yang sulit dibersihkan.
Tim dari Newcastle University ini yakin bahwa enzim ini sangat potensial dan akan terdapat banyak contoh penggunakan enzim ini di bidang medis. Salah satunya untuk kebersihan gigi.
Mereka kemudian menggunakan enzim yang diisolasi dari bakteri laut Bacillus licheniformis.
Dr Nicholas Jakubovics dari Sekolah Ilmu Gigi Newcastle University mengatakan, "Plak yang menempel di gigi adalah hasil dari bakteri yang bergabung dan berkumpul di area tertentu. Mereka akan menyingkirkan kompetitor potensial lainnya."
Hasil uji coba di laboratorium menunjukkan, enzim ini dapat menembus plak atau lapisan bakteri. Enzim ini juga mampu menembus mekanisme pertahanan dari plak yang ada pada gigi.
Para ilmuwan ingin memasukkan potensi bakteri ini di dalam pasta gigi, obat kumur, atau pembersih mulut lainnya. Selain dapat membersihkan plak, enzim ini juga dapat mencegah pembentukan plak.


Sumber: kompas.com

Pembudidaya Rumput Laut

Petani rumput laut desa kutuh, bali
Pantai Pandawa, Hujan rintik-rintik tidak menyurutkan niat para pemungut rumput laut untuk terus menyusuri pantai di Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Bali itu. Setiap harinya satu orang pemungut bisa dapat puluhan kg rumput laut basah yang merupakan potongan atau serpihan sisa dari budidaya rumput laut jenis Cotonii yang ada di daerah pesisir tersebut. Setelah dikeringkan, hasilnya dijual kepada para penampung rumput laut.
Itu baru hasil sampingan yang diperoleh, sementara hasil utama dari budidaya rumput laut lebih menggiurkan. Menurut Ketua Kelompok Sari Segara, I ketut Lencana Yasa, satu Kepala Keluarga (KK) pembudidaya di Desa Kutuh itu rata-rata mengelola sekitar 100 m2 lahan budidaya rumput laut atau punya 2.000 tali ris dengan sistem budidaya ikat dasar.
Dalam satu siklus produksi (minimal 45 hari), setiap KK bisa menghasilkan tidak kurang dari 500 kg rumput laut kering siap jual. “Total luas lahan bubidaya rumput laut sekitar 40 hektar di desa kami, bisa dibayangkan produksi rumput laut setiap hari,” ungkap Ketut kepada TROBOS belum lama ini di Bali.      
Kekuatan Berkelompok
Desa Kutuh merupakan salah satu sentra budidaya rumput laut di Pulau Dewata. Setidaknya ada 5 kelompok pembudidaya rumput laut di sana, yang paling lama terbentuk adalah Sari Segara. Sari Seraga menjadi contoh bagi terbentuknya kelompok pembudidaya rumput laut lainnya di Desa Kutuh. Menurut Ketut, para sudah merasakan dampak positif dari berkelompok terutama dari sisi pemasaran. “Produksi dari desa ini dapat meningkat dan posisi tawar lebih kuat,” ungkap Ketut.
Pembentukan kelompok budidaya ini bukannya tanpa latar belakang. Ketut menceritakan, sejak 1990-an budidaya rumput laut di Desa Kutuh sudah mengmbangkan usaha budidaya rumput laut. Kala itu usaha dijalankan secara perorangan dan penjualan pun bergantung para penampung atau tengkulak.
Para pembudidaya kerap merasakan harga jual rumput laut yang rendah, bahkan panen ada sampai yang tidak dibeli. “Mereka tidak bisa berbuat apa-apa sebab produksinya kecil dan hanya tergantung pada satu penjual,” kata Ketut. Melihat keadaan itu para pembudidaya pun berkumpul dan sepakat untuk menginisiasi pembentukan Kelompok Sari Segara pada pada 12 Oktober 1995.
Ketut menjelaskan sejumlah manfaat yang dapat dipetik para pembudidaya rumput laut dengan berkelompok. Salah satunya adalah produksi kelompok yang punya anggota aktif sekitar 30 orang ini kini lebih besar dan terorganisir. Calon pembeli terutama dari pabrikan tidak perlu repot-repot mendatangi langsung pembudidaya orang per orang untuk membeli rumput laut, cukup datang ke Sari Segara yang menampung hasil panen para pembudidaya.  
Pada akhirnya harga jual pun dapat dikatrol. Saat ini untuk harga jual rumput laut Cotonii kering di tingkat rata-rata Rp 10.000 per kg. Jumlah produksi yang besar dan stabil, membuat posisi tawar Sari Segara dalam menjual rumput laut lebih kuat. Kelompok yang sekarang sudah berbentuk koperasi itu, bisa punya pilihan akses pembeli baik perorangan maupun perusahaan.
Ketut mengaku sudah memanfaatkan internet untuk memperluas akses pemasaran.  Pihaknya juga bisa mengakses informasi jaringan kelompok pembudidaya rumput laut di daerah lain untuk membandingkan harga, termasuk produksi dan kualitas rumput laut. “Kita tidak bisa dibohongi dan dipermainkan lagi oleh pembeli,” tegas Ketut. 


Sumber: http://www.trobos.com

Harga rumput laut di sentra produksi Bali turun

Bali - Pada awal Mei ini, harga rumput laut di beberapa sentra produksi, terutama di Bali, menurun dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Berdasarkan pantauan Masyarakat Rumput Laut Indonesia (MRLI), harga rumput laut kering di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali sudah menyentuh Rp 8.000 per kilogram (kg). Harga ini turun 15,78% dibandingkan harga bulan Maret 2011 yang masih Rp 9.500 per kg. Jana Anggadiredja, Ketua MRLI, menduga penurunan ini disebabkan....

Petani Rumput Laut di Kutuh

Rumput laut umumnya diperdagangkan antar pulau, terutama ke Sulawesi Selatan dan Jawa Timur untuk diproses lebih lanjut sebelum dikirim ke pasaran luar negeri," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Gusti Putu Nuriatha di Denpasar, Jumat (21/1).
Ia mengatakan, hanya tercatat 376 kilogram yang diekspor ke pasaran luar negeri senilai 2.080 dolar ASselama sebelas bulan periode Januari-November 2010. Kondisi tersebut menurun 126 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai 917 dolar AS atas
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pandawa Beach - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger